HATI & PIKIRAN

Bacaan :  Kej 37:1-11

Lalu ia memimpikan pula mimpi yang lain, yang diceritakannya kepada saudara-saudaranya. Katanya: “Aku bermimpi pula: Tampak matahari, bulan dan sebelas bintang sujud menyembah kepadaku.” Setelah hal ini diceritakannya kepada ayah dan saudara-saudaranya, maka ia ditegor oleh ayahnya: “Mimpi apa mimpimu itu? …  Maka iri hatilah saudara-saudaranya kepadanya, tetapi ayahnya menyimpan hal itu dalam hatinya. (Kej 37:9-11).

Riwayat keluarga Abraham yang turun ke Ishak, dan akhirnya sampai kepada Yakub yang menjadi Israel, akhirnya sampai kepada keluarga Israel dengan 12 anak yang pada akhirnya menjadi 12 suku Israel.  Sebuah perjalanan rohani yang memperlihatkan rencana penyelamatan kekal (Yes 42:6), sekaligus memperlihatkan perjalanan benih dosa yang akhirnya berbuah kejahatan-kejahatan yang dahulunya tidak dikenali manusia.

Iri hati adalah buah dosa secara konsisten muncul sejak peristiwa pembunuan Habel oleh Kain, karena korbannya tidak dindahkan Tuhan, maka Kain iri hati dan akhirnya marah, sampai membunuh Habel adiknya (Kej 4:4-8).

Pertikaian antara Abraham dan Lot, Sarah dan Hagar, Abimelekh dan Ishak, sampai Yakub dan Laban memperlihatkan perjalanan dosa iri hati ini termanifestasi dalam setiap generasi. Dan kitab Kejadian ditutup dengan kisah Yusuf dan saudara-saudarnya kembali memperlihatkan bahwa iri hati adalah ragi dosa yang memiliki daya rusak yang sangat besar.

Sebab di mana ada iri hati dan mementingkan diri sendiri di situ ada kekacauan dan segala macam perbuatan jahat. (Yak 3:16).

Iri hati saudara-saudara Yusuf membuat mereka gelap mata sehingga membuang, mencoba membunuh, menipu ayahnya bertahun-tahun, sebuah jalan hidup yang rusak, padahal mereka adalah generasi penerus Abraham yang mendapat janji Tuhan.

Yesus mengajarkan bahwa dari dalam hati muncul semua hal yang jahat (Mat 15:19, Mat 7:21). Yeremia menggambarkan hati manusia itu licik (Yer 17:9). Yehezkiel melihat bahwa hati yang baru adalah solusi atas kondisi hati setelah dosa masuk (Yeh 36:26).

Di gunung Sinai, Tuhan memberikan dua loh batu kepada Musa, dan menuliskan hukum-hukumnya untuk Israel. Kehadiran Yesus yang menggenapi Taurat (Mat 5:17-18), telah membuka pintu untuk hukum itu tidak lagi hanya menjadi sebuah aturan yang mengatur perilaku, tapi hukum menjadi sebuah kehidupan yang tertulis di loh-loh hati manusia.

Karena telah ternyata, bahwa kamu adalah surat Kristus, yang ditulis oleh pelayanan kami, ditulis bukan dengan tinta, tetapi dengan Roh dari Allah yang hidup, bukan pada loh-loh batu, melainkan pada loh-loh daging, yaitu di dalam hati manusia.  (II Kor 3:3).

Hati manusia adalah sumber kehidupan. Sebab itu, seluruh perjalanan iman berpusat kepada hati, bukan hanya sekedar “merubah pikiran.” Pertobatan adalah perubahan pikiran dari waktu ke waktu (Rom 12:1-2), sebuah proses yang terjadi karena kekuatan Injil (Rom 1:16) yang mengubah dari hati.

Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus. (Fil 4:7).

Artinya, tidak akan ada perubahan pikiran, tanpa hati yang sudah dirubahkan. Seperti pusat pembangkit listrik, dan jaringan listrik itulah anologi hati dan pikiran. Hati adalah pusat pembangkit listrik yang melahirkan energi, sementara itu pikiran kita memiliki pola-pola yang harus dirubah sesuai kebenaran Firman.

Bukan hanya memiliki pola yang benar, tapi untuk dapat melakukan dan menghidupi, kita membutuhkan kekuatan Ilahi yang disebut urapan itu dari dalam hati. “

Sebab di dalam diri kamu tetap ada pengurapan yang telah kamu terima dari pada-Nya. Karena itu tidak perlu kamu diajar oleh orang lain. Tetapi sebagaimana pengurapan-Nya mengajar kamu tentang segala sesuatu–dan pengajaran-Nya itu benar, tidak dusta–dan sebagaimana Ia dahulu telah mengajar kamu, demikianlah hendaknya kamu tetap tinggal di dalam Dia. (I Yoh 2:27).

Pendalaman Alkitab:

Kata pengurapan dalam bahasa Yunani dipakai kata chrisma (G5445) yang sesuatu yang dioleskan, salep yang dalam tradisi Yahudi dipergunakan untuk pelantikan iman dalam bentuk minyak, dan jamu-jamu yang beraroma. Pengurapan ini yang membedakan antara kemampuan manusia dan Tuhan.  Urapan yang membawa kemenangan dalam peperangan (Maz 20:7). Yesus disebut Kristus (Christos, G5547) artinya yang diurapi. Sebab itu Yesus yang didalam kita (Gal 2:20) itulah sumber pengurapan.

Penulis: Hanny Setiawan

HDMI (Hidup Dalam Mandat Ilahi)  adalah adalah konsep pengajaran holistik yang membawa kekristenan tidak berhenti kepada kesalehan pribadi, tetapi berfokus kepada Membangun Tubuh Kristus. Selama 49 Hari penulis mengajak untuk Menghidupi Tujuan Ilahi, Memahami Desain Awal, Mengalahkan Dunia, Melakukan Yang Seharusnya, Menjalani Kehidupan, Menyiapkan Jalan, Menggenapi Janji.

Comments

https://i2.wp.com/beritamujizat.com/wp-content/uploads/2020/06/hdmi-rh.png?fit=1280%2C720&ssl=1https://i2.wp.com/beritamujizat.com/wp-content/uploads/2020/06/hdmi-rh.png?resize=1000%2C720&ssl=1yohanaHidup Dalam Mandat IlahiRenungan HarianSpiritualitasHATI & PIKIRAN Bacaan :  Kej 37:1-11 Lalu ia memimpikan pula mimpi yang lain, yang diceritakannya kepada saudara-saudaranya. Katanya: 'Aku bermimpi pula: Tampak matahari, bulan dan sebelas bintang sujud menyembah kepadaku.' Setelah hal ini diceritakannya kepada ayah dan saudara-saudaranya, maka ia ditegor oleh ayahnya: 'Mimpi apa mimpimu itu? ...  Maka iri hatilah saudara-saudaranya...Tuliskan Kebenaran, Hasilkan Perubahan