2020

BeritaMujizat.com – Editorital – Tahun 2020 adalah awal dekade ke-3 abad ke-21.  Bill Hamon dari Christian International pernah menyatakan pesan Tuhan bahwa sebelum abad ke-21, setiap 100 tahun ada perubahan dan pergeseran (shifting), tapi setelah memasuki tahun 2000 milinium baru, setiap 10 tahun akan ada yang perubahan.

10 tahun lalu, Kingdom Family (aka. Fire Generation), di Solo Fire Conference 2010 mendapatkan pesan “Indonsia Baru” dalam pertemuan 3 hari, 2 malam “Birthing a Nation”.  Sejak itu, tahun 2012 kita melihat Jakarta Baru, kemudian 2014, Jokowi dari Solo secara mengejutkan ditempatkan Tuhan menjadi presiden RI yang ke-7.  Hal itu berdampak dengan munculnya Ahok menjadi Gubernur DKI, dan Anies yang menjadi mendikbud.

Sampai hari ini di tahun 2020, ke-3 orang itu masih menjadi pusaran satu politik Indonesia, terlepas dari kinerja dan track record mereka.  Tapi mereka adalah simbol proxy “Indonesia Baru” dan segala tantangannya. Jokowi menjadi simbol harapan baru dan perubahan, Ahok menjadi simbol pemerintahan yang bersih, transparan profesional, dan saat ini Anies menjadi simbol perlawananan terhadap perubahan yang dilakukan Jokowi-Ahok.

Ada Apa di 2020?

Tiba-tiba Virus Corona menjadi wabah dunia.  Dimulai dari Wuhan, China, sampai hari ini virus sudah menjangkiti kurang lebih 44 negara. Indeks saham jatuh. Mata uang goyah. Ketakutan dan kekutiran merambah kemana-mana.

Tiba-tiba juga, Malaysia di goncang kembal.  Setelah manuver politk Mahathir Mohammad dengan mengundurkan diri, dan mencederai janjinya untuk mengangkat Anwar Ibrahim menjadi penggantinya. Politik bergolak kembali di tanah jiran.  Pemilihan baru akan dilaksanakan, dan ini bersamaan dengan pemilihan di Israel.

Ditambah lagi, 2020 adalah Pilkada Amerika Serikat.  Donald Trump yang sudah lolos dari impeachment, masih dibayang-bayangi perlawanan sengit dari Demokrat yang didukung kelompok radikal kiri: LGBT, pro aborsi, humanis liberal, feminis, dan semua yang non agamis.

Disisi lain, India tiba-tiba memanas dengan Konflik agama antara Hindu-Islam. Dipicu dari UU Baru tentang kewarganegaraan yang dianggap mendiskriminasi Islam.  Lengkap sudah, China, Amerika, dan India, Israel, Malaysia.  China – Amerika – India adalah 3 negara dengan populasi terbesar di dunia.  Sementara Israel dan Malaysia adalah dua negara yang strategis untuk Timur Tengah, spot terpenting di dunia yang bisa mengobarkan perang dunia.

Dari Indonesia Baru, Menuju Dunia Baru

Menariknya, sampai hari ini Indonesia menjadi negara yang belum terjangkiti virus Corona secara formal. Sementara Singapore pun sudah siaga 1. Secara profetis hal ini menjadi penting sekali. Setelah 2010 pesan Indonesia Baru, 2020 muncul dengan pesan dunia yang baru. 

Kesaksian di China, justru karena virus Corona, kekristenan mendapatkan spotlight, keberanian turun di jalan-jalan memberitakan Injil, dan juga keluarga-keluarga di China baik yang Kristen atau bukan, merasa perlu untuk “berdoa kepada Tuhan”.  Dari atheis, wabah telah mengubah China menjadi negara yang sedang mencari Tuhan.

Siapakah yang telah mendengar hal yang seperti itu, siapakah yang telah melihat hal yang demikian? Masakan suatu negeri diperanakkan dalam satu hari, atau suatu bangsa dilahirkan dalam satu kali? Namun baru saja menggeliat sakit, Sion sudah melahirkan anak-anaknya.(Yes 66:8)

Seperti Esther, Indonesia dipersiapkan untuk waktu seperti ini, dan itu dimulai dari dibuka pintu yang berabad-abad di Indonesia Timur, Maluku dan Papua.  Seperti tanah Zebulon dan Naftali, yang disebut tanah Galilea, keluarga Maluku dan Papua disiapkan Tuhan untuk menjadi pasukanNya yang menjadi penerobos.

Nubuatan “manuk Garudha” di Yesaya 46:11 dalam versi bahasa Jawa merujuk kuat kepada lambang NKRI, burung Garuda yang bagaikan burung buas (pemangsa) dari Timur. Dan nabi Yesaya mengatakan sebagai “pelaksana putusan-Ku”.  Artinya, Indonesia mengembang misi apostolik sehingga diberi otoritas dan kuasa untuk melaksanakannya (Yoel 2:11)

Yesaya 46:11 (JAWA94) Aku nimbali wong saka Wétan; timbalan-Ku bakal nyamber kaya manuk Garudha lan Aku bakal nindakaké rancangan-Ku. Aku wis ngandika, lan kuwi mesthi kelakon. Aku wis ngrancang mengkono lan iku bakal Dakwujudaké.

Yesaya 46:11 (TB) yang memanggil burung buas dari timur, dan orang yang melaksanakan putusan-Ku dari negeri yang jauh. Aku telah mengatakannya, maka Aku hendak melangsungkannya, Aku telah merencanakannya, maka Aku hendak melaksanakannya.

Melaksanakan Mandat Ilahi

The Send 2020 di Brasil yang dihadiri 140 ribu anak muda di 3 stadion, Go 2020 yang menggerakan jutaan orang untuk berdoa dan penjangkauan , mengembalikan kembali urapan Moravian yang telah melahirkan kelompok puritan yang akhirnya melahirkan Amerika, membangun peradaban baru barat, ini waktunya tatanan baru dunia dibangun ulang.

Sungguh, Akulah yang dinanti-nantikan pulau-pulau yang jauh; kapal-kapal Tarsis berlayar di depan untuk membawa anak-anakmu laki-laki dari jauh, perak dan emasnya dibawa serta, untuk nama TUHAN, Allahmu, dan oleh karena Yang Mahakudus, Allah Israel, sebab Ia mengagungkan engkau.  (Yes 60:9)

Mandat apostolik untuk Indonesia sudah jelas, membangkitkan suku-suku nusantara.  Dan sekarang adalah waktu yang tepat.  Dimulai dari Maluku yang menyanyi, Papua akan menari, maka Nusantara akan “pulang rumah” (Nusantara Homecoming).

Waktu kegenapan orang-orang non Yahudi (the fullness of Gentiles) dalam Roma 11:25 memasuki tahap strategis yang baru.  2020 adalah waktu bagi Indonesia mengambil posisi di tatanan Dunia baru.  Sudah tepat Amerika mencoret Indonesia dari daftar negara berkembang, karena memang ini waktuNya Indonesia untuk menjadi negara maju.

Dimulai dari lutut-lutut yang berlutut, dari orang-orang biasa akan lahir orang-orang yang luar biasa.  Dari Papua sampai ke ujung bumi yang lain.  Timur, Barat, Utara, Selatan bergerak bersama-sama menjawab Doa Tuhan Yesus di Yoh 17:21-23 sebagai satu Tubuh Kristus, mendatang kerajaan yang tidak tergoncangkan di bumi, seperti di Surga.

Waktu itu suara-Nya menggoncangkan bumi, tetapi sekarang Ia memberikan janji: “Satu kali lagi Aku akan menggoncangkan bukan hanya bumi saja, melainkan langit juga.”

 Ungkapan “Satu kali lagi” menunjuk kepada perubahan pada apa yang dapat digoncangkan, karena ia dijadikan supaya tinggal tetap apa yang tidak tergoncangkan.

Jadi, karena kita menerima kerajaan yang tidak tergoncangkan, marilah kita mengucap syukur dan beribadah kepada Allah menurut cara yang berkenan kepada-Nya, dengan hormat dan takut. (Ibr 12:26-28)

 

Penulis : Hanny Setiawan

 

 

 

Comments

https://i1.wp.com/beritamujizat.com/wp-content/uploads/2020/02/a.jpg?fit=432%2C255&ssl=1https://i1.wp.com/beritamujizat.com/wp-content/uploads/2020/02/a.jpg?resize=432%2C255&ssl=1Hanny SetiawanEditorial2020,corona,indonesia,nubuatanBeritaMujizat.com - Editorital - Tahun 2020 adalah awal dekade ke-3 abad ke-21.  Bill Hamon dari Christian International pernah menyatakan pesan Tuhan bahwa sebelum abad ke-21, setiap 100 tahun ada perubahan dan pergeseran (shifting), tapi setelah memasuki tahun 2000 milinium baru, setiap 10 tahun akan ada yang perubahan. 10 tahun lalu,...Tuliskan Kebenaran, Hasilkan Perubahan