Pimpinan Bethel Church Akui Kesalahan Tangani Kasus Shawn Bolz, Hentikan Dukungan Pelayanan

BeritaMujizat.com – Berita Gereja – Tim kepemimpinan Bethel Church akhirnya menyampaikan pernyataan resmi terkait tuduhan serius yang menyeret nama pendeta dan pelayan karismatik Shawn Bolz.
Pernyataan ini muncul setelah sebuah investigasi mendalam mengungkap dugaan nubuat palsu serta pelanggaran seksual yang dilakukan Bolz selama masih memiliki keterkaitan dengan Bethel Church.
Dalam pernyataan daring yang ditandatangani oleh Bill Johnson, Kris Vallotton, Dann Farrelly, dan Danny Silk, para pemimpin Bethel mengakui adanya kesalahan dan kegagalan dalam menangani laporan pelecehan seksual dari salah satu mantan anggota tim Bolz, serta bukti bahwa Bolz diduga menggunakan media sosial untuk mengumpulkan informasi pribadi guna menyampaikan “kata pengetahuan” yang tidak berasal dari Tuhan.
“Kami mengakui bahwa kami tidak secara benar dan menyeluruh memberikan disiplin, penutupan, serta komunikasi yang jelas dan tepat waktu terkait seriusnya kekhawatiran kami terhadap Shawn Bolz. Ia adalah seseorang yang kami beri panggung untuk melayani dan bernubuat di gereja kami hingga tahun 2019,” tulis mereka.
Para pemimpin tersebut juga menyatakan penyesalan mendalam atas dampak yang ditimbulkan akibat keterlambatan dan ketidakjelasan dalam menyampaikan kebenaran kepada jemaat dan komunitas Kristen yang lebih luas.
“Kami telah melukai dan menakut-nakuti banyak orang karena kami tidak mengatakan kebenaran dengan cukup, cukup awal, cukup lama, dan cukup tegas. Kritik ini adil. Hati kami berduka dan kami merasa malu,” lanjut pernyataan itu.
Pernyataan ini dirilis beberapa hari setelah apolog Kristen Mike Winger mempublikasikan video investigasi berdurasi hampir enam jam berjudul “The Skeletons in Bethel’s Closet are Now Going to Speak.” Dalam video tersebut, Winger memaparkan dugaan praktik nubuat yang tidak etis, termasuk penggunaan data pribadi yang tersedia secara publik dan disajikan seolah-olah sebagai wahyu ilahi, serta tuduhan pelanggaran seksual yang disebut telah berlangsung selama bertahun-tahun.
Winger juga menyatakan bahwa pimpinan Bethel telah mengetahui tuduhan tersebut, serta menyoroti tanggung jawab kepemimpinan dalam memberikan panggung dan dukungan publik kepada Bolz.
“Mereka menempatkannya sebagai nabi bagi dunia,” ujar Winger dalam videonya.
Dokumen dan pesan teks yang bocor juga mengungkap bahwa pada tahun 2020, Kris Vallotton secara pribadi telah menjauhkan Bolz dari Bethel Ministries, namun tanpa tindakan lanjutan yang terbuka kepada publik. Dalam surat terbukanya, Vallotton mengakui bahwa pendekatan tersebut merupakan kesalahan besar.
“Kami seharusnya memberi tahu gereja dan komunitas Kristen yang lebih luas sejak 2020. Kami tidak melakukannya, dan itu salah,” tulis Vallotton.
Ia juga mengakui bahwa respons awalnya terhadap publikasi video Winger pada 17 Januari tidak dilakukan dengan sikap yang benar dan penuh empati.
“Dosa Shawn bukanlah kesalahan kami, tetapi melindungi orang-orang dari mereka yang kami beri panggung adalah tanggung jawab kami,” tegasnya.
Di akhir pernyataan resmi tersebut, pimpinan Bethel menegaskan bahwa mereka tidak lagi mendukung Shawn Bolz maupun pelayanannya, serta menganjurkan gereja dan komunitas Kristen lainnya untuk mengambil sikap serupa.
Selain itu, Bethel Church menyatakan akan menerapkan langkah-langkah akuntabilitas yang lebih ketat, termasuk model konfrontasi kepemimpinan dan sistem pelaporan Safe Church. Mereka juga mengundang siapa pun yang terdampak oleh pelayanan atau tindakan Bolz untuk melapor dan mendapatkan pendampingan.
Bill Johnson secara khusus mengakui bahwa kegagalannya untuk bertindak tegas telah berkontribusi pada luka dan trauma para korban.
“Kadang bukan hanya tindakan kita, tetapi juga kelalaian kita yang melukai orang lain. Saya menyadari bahwa saya telah gagal, dan saya sangat menyesal,” ujarnya.



