Profetik

Pesan Profetik: Karunia Belas Kasihan dan Hati yang Mau Mendengar


BeritaMujizat.com–Profetik– Sebuah pesan profetik disampaikan melalui Amy Hope Rylander (@amyrylanderart), seorang pelukis profetik, membawa peneguhan tentang karunia belas kasihan, panggilan kepemimpinan rohani, serta peran strategis untuk membawa banyak orang keluar dari belenggu menuju kebebasan Tuhan.

Pesan ini berbicara tentang seorang anak perempuan Tuhan yang menerima karunia belas kasihan yang indah. Dia dikenal sebagai pribadi dengan hati yang dalam dan penuh belas kasih sehingga orang-orang mempercayainya, membuka diri, dan merasa sungguh diperhatikan.

Dia bukan hanya melihat manusia dari apa yang tampak di luar, tetapi mampu melihat harta dan potensi yang Tuhan tanamkan di dalam diri manusia. Dengan kesediaan untuk meluangkan waktu mendengar dan sungguh-sungguh memperhatikan. Orang ini dapat melihat keindahan yang belum terwujud, seperti kupu-kupu yang masih tersembunyi di balik kepompong.

“You see the beautiful butterfly within the cocoon.”
“Engkau mampu melihat kupu-kupu yang indah di balik kepompong.”

Pesan ini menegaskan kerinduan yang Tuhan taruh di dalam hatinya: melihat orang lain keluar dari belenggu dan masuk ke dalam kebebasan Tuhan yang mulia. Panggilan ini digambarkan seperti Musa, seorang pemimpin yang diurapi untuk membawa umat keluar dari penawanan menuju Tanah Perjanjian.

Namun, kepemimpinan ini bukan hanya tentang membawa keluar, melainkan juga tentang menolong orang-orang bertahan melewati pergumulan. Proses inilah yang pada akhirnya membentuk mereka menjadi pribadi yang telah Tuhan panggil sejak semula.

Dia disebut sebagai hamba perempuan Tuhan, dengan iman seperti anak kecil, hati yang murni, dan roh yang lemah lembut, semua ini dinyatakan sebagai sesuatu yang sangat berharga di mata Tuhan.

Pesan tersebut juga menyingkap perjalanan padang gurun yang telah dia lewati. Di tengah musim kering dan sunyi itu, dia menemukan sumur air hidup Tuhan dan dengan setia menanam kebun anggur di tempat tersebut. Kini, dari tempat yang dahulu merupakan padang gurun, orang lain dapat datang untuk mencicipi, melihat, dan menikmati kesetiaan Tuhan.

“Now others will taste, see, and enjoy My faithfulness.”
“Sekarang orang lain akan mencicipi, melihat, dan menikmati kesetiaan-Ku.”

Karena dia telah mengalami pertukaran ilahi, abu dengan keindahan, perkabungan dengan sukacita. Dia menerima urapan untuk menolong orang lain mengalami pertukaran yang sama. Apa yang pernah DIa jalani kini menjadi saluran pemulihan bagi banyak orang.

Sebagai seorang penyembah, DIa melepaskan hujan, pemerintahan Roh Tuhan, atas tanah yang kering dan haus. Dalam musim yang baru ini, Tuhan menyatakan bahwa suaranya sedang dipakai dengan cara yang baru.

“I am using your voice in a new way in this season.”
“Aku sedang memakai suaramu dengan cara yang baru di musim ini.”

Dia dipanggil untuk membuka hidupnya lebar-lebar dan membiarkan Roh Tuhan mengalir melaluinya, membawa Sungai Tuhan ke padang gurun dan anggur baru ke tempat yang tandus. Melalui dirinya, Tuhan melepaskan bunyi kebangunan dan bunyi kesembuhan—sebuah suara rohani yang membangunkan dan memulihkan.

Pesan profetik ini juga disertai simbol Daisy, yang melambangkan: kemurnian, kepolosan, sikap seperti anak kecil, kelemahlembutan, kasih yang setia, kesehatan dan kemakmuran, keunggulan, serta kemuliaan.

Sebagai peneguhan firman, pesan ini berakar pada Kitab Hosea 2:14–15, yang menggambarkan Allah membawa umat-Nya ke padang gurun bukan untuk menghancurkan, melainkan untuk berbicara menenangkan hati, memulihkan kebun anggur, dan mengubah Lembah Akhor menjadi pintu pengharapan.

📖 “Sebab itu, sesungguhnya, Aku akan membujuk dia, membawa dia ke padang gurun, dan berbicara menenangkan hatinya…”
(Hosea 2:14–15)

Comments

Related Articles

Back to top button