Internasional

Penganiayaan terhadap Umat Kristen di India Terus Meningkat, Rumah Empat Keluarga Dihancurkan


Gambar Ilustrasi

BeritaMujizat.com – Internasional – Gelombang penganiayaan terhadap umat Kristen di India kembali terjadi. Sebuah lembaga pemantau kebebasan beragama melaporkan aksi kekerasan terbaru yang menyasar keluarga-keluarga Kristen yang menolak meninggalkan iman mereka kepada Yesus Kristus.

Menurut Christian Solidarity International (CSI), tahun 2025 menjadi tahun kelima berturut-turut dengan tingkat kekerasan tertinggi terhadap orang percaya di India. Situasi ini menunjukkan bahwa umat Kristen di negara berpenduduk terbesar di dunia tersebut masih menghadapi tekanan dan ancaman serius tanpa tanda-tanda perbaikan.

Awal bulan ini, sekelompok nasionalis Hindu menghancurkan rumah milik empat keluarga Kristen di sebuah desa terpencil di negara bagian Maharashtra. Laporan dari organisasi advokasi internasional Christian Solidarity Worldwide (CSW) menyebutkan bahwa sekitar 20 orang mendatangi empat keluarga dan dua individu Kristen, serta mengeluarkan ultimatum keras: meninggalkan iman Kristen atau menghadapi kematian.

Meski menerima ancaman pembunuhan, para keluarga tersebut tetap teguh mempertahankan iman mereka. Massa kemudian kembali dan mengulangi tuntutan yang sama. Ketika penolakan kembali terjadi, massa tersebut merobohkan rumah keempat keluarga Kristen itu.

Upaya mencari perlindungan hukum justru berujung kekecewaan. Saat melapor ke Kantor Polisi Kavande, para korban tidak mendapat perlindungan, melainkan perlakuan bermusuhan. Aparat kepolisian dilaporkan berpihak kepada warga Hindu setempat dan bahkan mempertanyakan keputusan para keluarga untuk memeluk agama Kristen.

Tekanan tidak berhenti di situ. Anggota komunitas suku setempat mengancam akan mencabut jatah bantuan pangan bagi keluarga Kristen tersebut. Polisi juga memanggil pendeta lokal, menyebut pelayanannya sebagai bentuk “takhayul,” dan melarangnya mengunjungi jemaatnya.

Hingga kini, keluarga-keluarga korban masih hidup tanpa tempat tinggal di tengah musim dingin, serta terus menghadapi ancaman setiap hari. Lokasi desa yang terpencil membuat bantuan dari luar sulit dijangkau.

Pendiri dan Presiden CSW, Mervyn Thomas, menyatakan keprihatinan mendalam atas kejadian ini. Ia menegaskan bahwa kegagalan aparat dalam melindungi warga justru memperkuat keberanian para pelaku kekerasan. CSW mendesak pemerintah daerah dan otoritas negara bagian untuk segera bertindak, menjamin keselamatan para korban, memulihkan hak-hak mereka, memberikan kompensasi atas kerusakan rumah, serta menegakkan hukum secara adil.

Data dari United Christian Forum (UCF) menunjukkan tren peningkatan kekerasan terhadap umat Kristen sejak 2021. Tercatat 486 kasus pada 2021, meningkat menjadi 601 kasus pada 2022, 734 kasus pada 2023, 834 kasus pada 2024, dan melonjak menjadi 900 kasus pada 2025.

Selain itu, hingga saat ini 110 orang Kristen masih ditahan berdasarkan undang-undang anti-konversi. Menurut laporan Open Doors, undang-undang tersebut kerap disalahgunakan dan memiliki rumusan yang samar, sehingga kegiatan keagamaan yang sah seperti pertemuan doa dapat berujung pada penangkapan dan kekerasan massa.

Dalam World Watch List 2026, India tercatat sebagai negara ke-12 paling berbahaya bagi umat Kristen di dunia.

Comments

Related Articles

Back to top button