Ketakutan Bukan Identitas Kita

BeritaMujizat.com – Renungan – Ketakutan bukan sekadar emosi, melainkan roh yang berusaha melumpuhkan iman. Firman Tuhan berkata dalam 2 Timotius 1:7: “Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban.”
Artinya jelas: ketakutan bukan berasal dari Bapa. Jika sumbernya bukan dari Tuhan, maka kita tidak boleh menerimanya sebagai bagian dari identitas kita. Kita tidak dipanggil untuk hidup dikuasai rasa gentar, tetapi untuk hidup dipenuhi oleh Roh yang membangkitkan.
Ketakutan adalah salah satu musuh terbesar iman. Mengapa? Karena ketakutan secara tidak sadar menyatakan bahwa Tuhan tidak cukup mampu. Ketika kita dikuasai rasa takut, kita sedang membesarkan masalah dan mengecilkan Allah.
Padahal iman berkata, “Jika Tuhan di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita?”
Ketakutan membisikkan kemungkinan terburuk, tetapi iman berdiri di atas janji Tuhan yang tidak pernah gagal.
Dampak ketakutan sangat nyata: panik, kebingungan, dan keputusan yang salah arah. Dalam kepanikan, seseorang bisa melangkah tanpa hikmat. Dalam kebingungan, seseorang bisa kehilangan fokus terhadap panggilannya. Ketakutan membuat seseorang bereaksi, bukan bertindak dalam pimpinan Roh.
Dan ketika keputusan diambil berdasarkan ketakutan, sering kali langkah itu justru menjauhkan seseorang dari destiny yang sudah Tuhan siapkan sejak semula.
Karena itu, kita membutuhkan roh keberanian. Bukan keberanian karena kemampuan diri, bukan pula rasa percaya diri yang bersumber dari kekuatan manusia. Keberanian sejati lahir dari kesadaran bahwa Bapa menyertai kita.
Seperti firman Tuhan kepada Yosua dalam Yosua 1:9:
“Kuatkan dan teguhkanlah hatimu… sebab TUHAN, Allahmu, menyertai engkau ke mana pun engkau pergi.”
Keberanian alkitabiah tidak berakar pada kapasitas, tetapi pada penyertaan.
Hari ini, jika ada ketakutan yang mencoba mencuri langkahmu, tolaklah itu. Ingat kembali siapa Bapamu. Roh yang ada di dalam kita bukan roh ketakutan, melainkan Roh yang membangkitkan, menguatkan, dan meneguhkan.
Destiny tidak ditentukan oleh besarnya badai, tetapi oleh besarnya iman kepada Dia yang memegang arah hidup kita.
Penulis : Pdt. Henry Setiawan, M.Th



