Jatuh Tujuh Kali, Bangkit Lagi: Identitas Orang Benar

BeritaMujizat.com – Renungan – Sering kali kita bertanya: mengapa orang benar bisa jatuh sampai tujuh kali? Bukankah orang benar seharusnya kuat dan tidak tergoyahkan?
Namun Alkitab tidak pernah mengatakan bahwa orang benar tidak pernah jatuh. Justru ayat ini menegaskan realitas hidup: orang benar pun bisa tersandung, gagal, kecewa, bahkan melakukan kesalahan.
Angka “tujuh” berbicara tentang berulang kali, tentang proses, dan tentang musim ujian yang tidak hanya terjadi sekali. Tuhan tidak menyembunyikan fakta bahwa perjalanan iman mengandung pergumulan.
“Karena tujuh kali orang benar jatuh, namun ia bangun kembali, tetapi orang fasik akan roboh dalam bencana.”
— Amsal 24:16
Perbedaan Utama: Bangkit, Bukan Jatuh
Perbedaannya bukan pada jatuhnya, tetapi pada bangkitnya.
Orang fasik juga jatuh. Tetapi ketika orang benar jatuh:
- Ia tidak menjadikan kejatuhan sebagai identitasnya
- Ia kembali kepada Tuhan
- Ia bertobat
- Ia berdiri kembali dan terus berjalan bersama Tuhan
Sebaliknya, orang fasik jatuh dan memilih tinggal di sana—tidak mau berubah, tidak mau kembali, dan tidak mau merendahkan hati.
Orang benar mungkin goyah, tetapi hatinya tetap melekat kepada Tuhan.
Belajar dari Daud dan Saul
Kita melihat contoh nyata dalam kehidupan dua raja: Daud dan Saul.
Daud pernah jatuh dalam dosa besar dengan Batsyeba. Itu bukan kesalahan kecil. Namun ketika ditegur, ia:
- Merendahkan diri
- Bertobat dengan sungguh-sungguh
- Kembali mencari wajah Tuhan
Sebaliknya, Saul juga jatuh dalam ketidaktaatan. Tetapi ia lebih sibuk menjaga citra daripada bertobat.
Daud jatuh dan bangkit. Saul jatuh dan perlahan hancur.
Jangan Berhenti di Kejatuhanmu
Mungkin hari ini ada yang merasa sudah jatuh berkali-kali—dalam pelayanan, dalam karakter, atau dalam komitmen rohani.
Ingatlah:
Orang benar bukanlah orang yang tidak pernah gagal, tetapi orang yang selalu kembali kepada Tuhan.
Selama engkau masih mau:
- Bangkit
- Bertobat
- Kembali mengikuti Tuhan
Itulah tanda bahwa engkau adalah orang benar.
Jangan berhenti pada kejatuhanmu. Bangkitlah lagi. Tuhan tidak pernah menolak hati yang kembali.



