Chuck Pierce: Tahun 2026 Menjadi Tahun Penentuan bagi Bangsa-Bangsa dan Titik Perubahan Besar

BeritaMujizat.com – Profetik – Dalam sebuah wawancara di podcast Rebecca Lamb Weiss, Chuck Pierce menyampaikan sebuah pesan profetik mengenai tahun 2026. Ia melihat tahun ini sebagai momen penting yang akan menentukan arah bagi bangsa-bangsa dan juga Gereja. Menurutnya, 2026 adalah waktu di mana batas-batas akan ditegaskan dan keputusan besar akan diambil.
Pierce mengatakan bahwa Tuhan menunjukkan kepadanya bahwa tahun ini akan menjadi masa penyaringan bagi banyak bangsa. Segala sesuatu yang selama ini samar akan menjadi jelas, dan arah masa depan akan mulai ditentukan.
Ia juga menghubungkan tahun 2026 dengan makna angka enam dalam Alkitab. Dalam bahasa Ibrani, huruf vav melambangkan pasak tenda yang ditancapkan kuat ke tanah, menggambarkan tindakan menetapkan sesuatu dengan kokoh.
Meneguhkan Posisi di Tahun 2026
Pierce menekankan bahwa tahun ini adalah waktu untuk mengambil sikap dan menetapkan klaim, baik atas kota maupun bangsa. Namun lebih dari itu, ia melihat bahwa fokus utama Tuhan ada pada setiap individu.
“Tahun ini tentang kamu,” ujarnya. Ia percaya bahwa Tuhan akan memakai setiap orang yang bersedia taat. Bukan hanya gerakan besar secara nasional, tetapi ketaatan pribadi akan menjadi kunci. Orang-orang percaya akan dipanggil untuk berbicara dan bertindak dengan keberanian yang baru.
Ia menegaskan bahwa mereka yang mengaku milik Tuhan akan mengalami perjumpaan pribadi dengan-Nya, dipakai secara nyata, dan menjadi saksi dengan cara yang berbeda dari sebelumnya.
Pierce juga melihat bahwa perubahan sudah mulai terjadi di Amerika Serikat. Menurutnya, bangsa tersebut berada pada titik di mana mereka harus berbalik arah.
Ia memperingatkan bahwa jika bangsa tersebut tidak kembali, maka akan datang suatu kebangunan rohani yang mengguncang, yang akan membuat banyak orang melihat Tuhan secara nyata.
Ia juga menolak anggapan bahwa jumlah orang percaya yang setia semakin berkurang. Justru, menurutnya, Tuhan sedang mempersiapkan umat-Nya.
Tahun Penyaringan dan Penataan Ulang
Pierce memperingatkan bahwa tekanan ekonomi akan menjadi salah satu ujian besar di tahun ini. Dengan mempelajari pola sejarah, termasuk krisis ekonomi tahun 1929, ia melihat adanya kecenderungan bahwa sejarah dapat terulang jika manusia tidak belajar dan memutus siklus yang ada.
Namun ia juga menyampaikan harapan. Jika bangsa-bangsa bersedia membiarkan Tuhan menata ulang keadaan, maka ada kemungkinan memasuki masa pemulihan atau jubilee pada tahun 2027.
Ia menambahkan bahwa pertarungan pengaruh akan semakin kuat. Banyak suara akan berusaha mempengaruhi arah kota dan bangsa. Karena itu, orang percaya perlu memiliki kepekaan rohani untuk membedakan apa yang sebenarnya sedang membentuk lingkungan mereka.
Pierce mengingatkan agar tidak terjebak pada kondisi saat ini, terutama dalam kesulitan, luka, atau kekecewaan. Menurutnya, jika seseorang terus terfokus pada masa sekarang yang penuh tekanan, ia bisa terjebak dalam masa lalu dan kehilangan arah masa depan.
Ia menegaskan bahwa setiap orang memiliki kesempatan untuk melangkah maju, terlepas dari apa yang telah dialami.
Menurut Pierce, kebangunan rohani yang lebih besar sedang terjadi dan akan semakin nyata seiring waktu. Ia melihat bahwa tahun ini akan menjadi masa di mana bangsa-bangsa mengalami pemisahan dan penentuan arah.
Saatnya Melangkah Maju
Pierce menggambarkan tahun 2026 sebagai titik engsel, sebuah masa transisi yang menentukan masa depan. Ia menekankan bahwa ini bukan waktunya untuk mundur, melainkan untuk bergerak maju dengan iman.
Keputusan-keputusan yang diambil pada masa ini akan sangat mempengaruhi apa yang akan terjadi di masa depan.
Pesan utama untuk tahun 2026 adalah jelas: ambil langkah maju, tetap berdiri teguh, dan percaya bahwa Tuhan akan menyertai serta menjumpai setiap orang di tengah perjalanan mereka.



