Borneo Menari dalam Satu Suara Penyembahan
BeritaMujizat.com – Berita Gereja – Revival Night 1 dalam rangkaian acara Wind and Fire Palangka Raya 2026 dimulai pada Selasa (17/3) pukul 18.00 WIB bertempat di GBI HOPE Palangka Raya. Suasana ibadah dipenuhi dengan hadirat Tuhan sejak awal, ketika jemaat memasuki penyembahan dan pengagungan yang mendalam kepada Tuhan.
Sejak awal ibadah, anak-anak muda maju ke depan altar, menaikkan pujian dengan penuh sukacita. Mereka menari dan menyembah sebagai satu tubuh Kristus, menghadirkan pengagungan kepada Tuhan. Momen ini menjadi gambaran kesatuan tubuh Kristus yang memuliakan Tuhan dengan satu hati.
Deklarasi firman Tuhan dari Mazmur 133 dikumandangkan sebagai dasar kesatuan umat. Dalam tindakan profetik, jemaat menyatakan: satu tarian, satu suara, satu pengagungan bagi Tuhan. Seruan “Borneo menari” menjadi simbol kebangkitan rohani yang melanda pulau ini.

Firman Tuhan dari Wahyu 7:9 menjadi dasar penglihatan rohani malam itu, menggambarkan kumpulan besar dari berbagai bangsa, suku, kaum, dan bahasa yang berdiri di hadapan takhta Tuhan. Tarian yang dahulu dipersembahkan kepada ilah-ilah lain kini dipulihkan dan dikembalikan untuk menyembah Tuhan yang benar—sebuah deklarasi pemulihan penyembahan sejati di tanah Borneo.
Kemudian dari pada itu aku melihat: sesungguhnya, suatu kumpulan besar orang banyak yang tidak dapat terhitung banyaknya, dari segala bangsa dan suku dan kaum dan bahasa, berdiri di hadapan takhta dan di hadapan Anak Domba, memakai jubah putih dan memegang daun-daun palem di tangan mereka. Wahyu 7:9 (TB)
Antusiasme jemaat begitu besar hingga ruangan utama tidak mampu menampung seluruh peserta. Banyak yang mengikuti ibadah dari luar gedung, namun hal itu tidak mengurangi pengalaman rohani mereka. Mereka tetap merasakan hadirat Tuhan, menari, dan menyembah bersama dalam kesatuan hati.
Deklarasi dalam bahasa daerah pun dinaikkan:
“Ikei siap, ikei siap, Palus Raja Kemuliaan, Ikei hanjak sanang,”
yang berarti: Kami siap, kami siap Tuhan. Silakan masuk Raja Kemuliaan. Kami bersukacita.
Puncak acara terjadi ketika seluruh hamba Tuhan yang hadir diundang maju ke depan untuk berdoa bersama bagi Borneo. Doa syafaat dinaikkan bukan hanya untuk Kalimantan, tetapi juga mencakup seluruh wilayah pulau Borneo: Brunei Darussalam, Sabah, Sarawak, dan Kalimantan. Sebuah kesatuan rohani sebagai satu tanah, satu panggilan di hadapan Tuhan.

Firman dari Mazmur 24:7–10 dideklarasikan dengan penuh kuasa:
Angkatlah kepalamu, hai pintu-pintu gerbang, dan terangkatlah kamu, hai pintu-pintu yang berabad-abad, supaya masuk Raja Kemuliaan! Siapakah itu Raja Kemuliaan? Tuhan , jaya dan perkasa, Tuhan , perkasa dalam peperangan! Siapakah Dia itu Raja Kemuliaan? Tuhan semesta alam, Dialah Raja Kemuliaan!” Sela.
Seruan ini menjadi tanda pembukaan gerbang rohani, menyambut kehadiran Raja Kemuliaan atas Borneo.
Malam itu menjadi kesaksian bahwa Tuhan sedang bergerak di tanah Borneo. Dalam kesatuan, penyembahan, dan doa, umat Tuhan berdiri bersama untuk mengalami kebangunan rohani yang nyata—sebuah awal dari lawatan Tuhan yang lebih besar atas bangsa-bangsa.



