Hidup Dalam Mandat IlahiRenungan HarianSpiritualitas

Berkat dan Janji


BERKAT & JANJI

Bacaan :  Kej 17:1-16

Tentang Ismael, Aku telah mendengarkan permintaanmu; ia akan Kuberkati, Kubuat beranak cucu dan sangat banyak; ia akan memperanakkan dua belas raja, dan Aku akan membuatnya menjadi bangsa yang besar.Tetapi perjanjian-Ku akan Kuadakan dengan Ishak, yang akan dilahirkan Sara bagimu tahun yang akan datang pada waktu seperti ini juga.” (Kej 17:20-21)

Keputusan Abraham dan Sarah mengambil Hagar pembantunya untuk menjadi istri ke-2 yang akhirnya melahirkan Ismael memperlihatkan buah pahit dari pohon pengetahuan baik dan jahat. Kesepakatan sepasang suami istri “yang baik”, bahkan untuk maksud yang rohani (untuk memenuhi janji Tuhan) tapi berakhir menjadi kesalahan, bahkan fatal.

Ismael mendapatkan berkat, Ishak mendapatkan perjanjian (covenant) Allah.  Karena permintaan Abraham, maka Ismael mendapatkan berkat. Tuhan mempunyai perjanjian dengan Abraham (Kej 12:1-3, Kej 15, Ke 17) sebab itu Ia memberkati Ismael karena perjanjian itu. Tapi Tuhan katakan “Perjanjian-Ku akan Kuadakan dengan Ishak”. Artinya, apa yang perjanjian Abraham diwariskan kepada Ishak, bukan Ismael.

Berkat atau Janji, baik atau benar, kebaikan dunia (good)  atau kebaikan Tuhan (God) adalah pilihan-pilihan yang muncul karena buah dosa. Apa yang baik dari dunia tidak selalu adalah kebenaran Tuhan.

Kebenaran ini dihidupi oleh Musa. Karena kesalahan Imam Besar Harun dan Israel membangun Lembu Emas (Kel 32) maka dalam kemarahanNya, Tuhan membuat “penawaran”.

Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: “Pergilah, berjalanlah dari sini, engkau dan bangsa itu yang telah kaupimpin keluar dari tanah Mesir, ke negeri yang telah Kujanjikan dengan sumpah kepada Abraham, Ishak dan Yakub, demikian: Kepada keturunanmulah akan Kuberikan negeri itu–Aku akan mengutus seorang malaikat berjalan di depanmu dan akan menghalau orang Kanaan, orang Amori, orang Het, orang Feris, orang Hewi dan orang Yebus–yakni ke suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madu. Sebab Aku tidak akan berjalan di tengah-tengahmu, karena engkau ini bangsa yang tegar tengkuk, supaya Aku jangan membinasakan engkau di jalan.” (Kel 33:1-3).

Tuhan tetap akan memenuhi perjanjianNya kepada Abraham, Ishak, dan Yakub, tapi Tuhan tidak akan berjalan bersama Israel lagi. Bayangkan, semua berkat tanah perjanjian yang berlimpah susu dan madu, bahkan malaikat diutus khusus untuk menjaga, tapi tanpa kehadiranNya. Kembali kita melihat dua pilihan berkat atau janji.

Israel memilih kehadiranNya, karena tanpa Tuhan semua berkati-berkati menjadi tidak ada artinya. Bahkan Israel sangat mengerti bahwa tawaran Tuhan itu sebenarnya adalah ancaman yang mengerikan.

Ketika bangsa itu mendengar ancaman yang mengerikan ini, berkabunglah mereka dan seorangpun tidak ada yang memakai perhiasannya. (Kel 33:4)

Materialisme, hidup sukses secara duniawi, kenyamann, dan status sosial menjadi mimpi manusia. Semakin maju dan modern, semakin terlihat jelas buah pengetahuan baik dan jahat, manusia mengejar berkat, daripada janji. Karena berkat itu kelihatan dan langsung dinikmati, tapi Janji membutuhkan proses, dan terkadang tidak bisa dilihat. Tidak heran Tuhan Yesus mengatakan, kita tidak bisa hidup dengan dua tuan, pilihannya adalah mammon (uang) atauh Tuhan (Mat 6:25). Apa pilihan kita?

Pendalaman Alkitab:

Kata mamon dalam bahasa Yunani memakai kata mamonas (G3162) yang artinya uang, kekayaan (wealth). Kata mamonas ini dipakai dalam 4 ayat dalam Perjanjian Baru, yaitu Luk 16:9, 11, dan 13 yang memperlihatkan sifat mamonas adalah tidak jujur.  Dan kecintaan kepada uang (philargia G5365) adalah akar dari semua kejahatan (I Tim 6:10)

Penulis : Hanny Setiawan

HDMI (Hidup Dalam Mandat Ilahi)  adalah adalah konsep pengajaran holistik yang membawa kekristenan tidak berhenti kepada kesalehan pribadi, tetapi berfokus kepada Membangun Tubuh Kristus. Selama 49 Hari penulis mengajak untuk Menghidupi Tujuan Ilahi, Memahami Desain Awal, Mengalahkan Dunia, Melakukan Yang Seharusnya, Menjalani Kehidupan, Menyiapkan Jalan, Menggenapi Janji.

 

Comments

Related Articles

Back to top button