Poleksosbud

Bangkitnya Semangat Nasionalisme Kristen di Ruang-ruang Doa


Dokumentasi Kingdom Family Conference KFN 2018 di Solo

BeritaMujizat.com – Poleksosbud – Gerakan doa yang seringkali dianggap remeh ternyata mempunyai pengaruh dan dampak yang sangat besar. Salah satu pengaruh dan dampak besar itu adalah bangkitnya semangat nasionalisme (cinta bangsa) umat Kristen di ruang-ruang doa.

Gerakan doa bagi bangsa yang banyak bermunculan belakangan ini menjadi salah bukti bangkitnya nasionalisme Kristen di ruang-ruang doa. Gerakan doa mendorong rasa cinta dan optimisme terhadap bangsa, yang gagal dilakukan oleh gerakan intelektual dan politik dalam meresponi kekacauan yang terjadi saat ini.

Gerakan intelektual Kristen yang mencari idealisme terjebak dalam meresponi perselingkuhan yang terjadi antara politik, agama, dan kelompok-kelompok sosial. Kegagalan melihat idealisme tersebut berdampak pada munculnya sikap pesimis hingga skeptis dengan sistem dan pemerintahan yang ada.

Narasi pesimis dan skeptis ini jelas menjadi penghalang bagi bangkitnya semangat nasionalis Kristen. Banyak ditungganginya gerakan-gerakan intelektual menjadi gerakan makar juga mempersulit gerakan intelektual Kristen untuk bergerak.

Sedangkan dalam gerakan politik, punahnya partai Kristen menjadi bukti nyata bahwa gerakan politik kurang diresponi oleh umat Kristen. Umat Kristen lebih nyaman mendukung partai politik yang dibangun oleh kelompok nasionalis.

Kebangkitan di Ruang-ruang Doa

Berbeda dengan gerakan intelektual dan politik Kristen, gerakan doa berusaha melihat permasalahan yang sedang terjadi dari kacamata supranatural. Kacamata supranatural ini melihat diatas realitas yang sedang terjadi, dan menempatkan intervensi Allah sebagai solusi utama.

Intervensi Allah dibutuhkan karena kekacauan yang saat ini terjadi bukan hanya karena ulah manusia, namun ada kekuatan gelap yang membelenggu. Dari kacamata ini, pemulihan dan perubahan bangsa harus diawali dengan perubahan orang bukan perubahan sistem atau kekuasaan.

Hal ini sangat dekat dengan konsep revolusi mental yang saat ini menjadi visi pembangunan bangsa. Kemampuan melihat realita dari kacamata suprantural ini mendorong bangkitnya Nasionalisme Kristen justru terjadi dimasa-masa kritis seperti ini.

Bangkitnya semangat nasionalisme Kristen ditengah krisis melalui gerakan doa secara tersirat pernah terangkan oleh seorang Gus Dur. Beliau pernah bercanda jika kalau ingin menekan pertumbuhan orang Kristen maka harus dikasih zona nyaman supaya tidak berdoa.

Melihat dari realitas Tuhan juga mendorong umat Kristen lebih berani bersuara dan menunjukan sikap kebangsaannya meskipun tekanan atau acaman terhadap Kekristenan semakin besar. Bangkitnya nasionalisme Kristen di ruang-ruang doa ini juga membedakan gerakan kelompok agama fundamental yang sangat getol melakukan revolusi bahkan makar.

Kebangkitan nasionalisme Kristen di ruang-ruang doa ini menjadi tanda bahwa pergerakan Kristen sejatinya tidak dapat dipisahkan dari ruang doa. Meremehkan dan menempatkan doa lebih rendah dari intelektual maupun aksi politik jelas adalah kesalahan besar yang dilakukan banyak pergerakan Kristen diruang publik.

Ini saatnya kelompok-kelompok Kristen yang bergerak di publik kembali memulai kiprahnya dari ruang-ruang doa. Carut marut kondisi yang terjadi perlu diresponi dengan hikmat yang tepat, agar tidak terjebak arus. Gereja mempunyai tanggung jawab yang besar dari sekedar kemajuan ekonomi atau pun stabilitas politik saja.

Gereja kelompok Kristen mempunyai tugas  untuk menyatakan damai sejahtera (shalom) atas bangsa ini. Tugas ini tentu tidak cukup dilakukan hanya mengandalkan rasio dan kemampuan yang dimiliki manusia.

 

Penulis : Gilrandi ADP

 

Comments

Related Articles

Back to top button