children-dancing-to-single-ladies-500x375

BeritaMujizat.com – Mandat Budaya – Globalisasi adalah arus sosial posmodern yang tidak terbendung di seluruh dunia. Akibatnya budaya global telah terbentuk dari anak-anak sampai pemuda. Liberalisme dan radikalisme menjadi dua respon yang ektreme dari benturan budaya yang terjadi.

Disatu sisi, budaya-budaya yang lemah akan semakin terliberalisasi. Sementara itu, budaya yang kuat akan berusaha menolak sehingga terjadilah apa yang disebut proses radikalisasi.  Sebagai contoh konkret adalah LGBT-isme di Amerika yang sudah sampai ke tahap menjadi norma hukum, dan lahirnya ISIS sebagai usaha untuk menolak budaya global tapi “kebablasan”.

Peperangan pandangan hidup (worldview warfare) ini terjadi mulai dari anak-anak bahkan diusia PAUD/TK. Melalui media, subliminasi atau melalui proses otak bawah sadar anak-anak mulai diindoktrinasi dengan pandangan-pandangan duniawi.

TERKAIT : 4 Area Peperangan Rohani, Pendekatan Membangun GerejaNya

Disney sebagai salah satu media terbesar di dunia untuk anak-anak, telah ikut ambil bagian dari proses membangun pandangan hidup yang sekuler, lDisney 1iberal, dan amoral. Dengan pendapatan kotor 45 milyar dollar, kekuatan “mamon” Disney tidak bisa dianggap main-main.

Kesadaran bahwa kerajaan kegelapan sedang bergerak secara masif untuk mencuri anak-anak harus ditanamkan di GerejeNya.

Mulai dengan menjadikan anak-anak menjadi aktris-aktris cilik yang sensual (Baca: miniature sex kittens) , sampai kepada karakter terkenal Donald Bebek yang digambarkan sedang “ereksi”, Disney telah menjelma menjadi mesin penyebaran amoralitas yang luar biasa efektif sekaligus menakutkan.

Berikut adalah beberapa snapshot gambar yang bisa memberikan sense, bagaimana anak-anak kita sudah harus berhadapan dengan peperangan rohani sejak dini.

Disney 2

Donald Bebek yang sedang memainkan alat vital

disney 3

Gambar yang tersamar dalam hubungan sex antara “Uncle Roger” dan “Mommy”

disney 4

Siluet jorok dari dari seorang penari / joker

disney 5

Upendi adalah lagu dari Lion King II yang artinya “Dalam Celana Dalammu” atau “Your Panty”

Gelombang amoralitas ini tidak akan berhenti karena memang sudah dinubuatkan yang jahat akan bertambah jahat, yang suci akan bertambah suci (Why 22:11). Yang Gereja bisa lakukan adalah menyiapkan anak-anak generasi untuk bisa mengambil keputusan-keputusan yang benar.

Dan yang jelas adalah Gereja tidak boleh berdiam diri.  Ini adalah peperangan, dan kita sudah banyak kecolongan. Ini waktunya bergerak menyelamatkan anak-anak kita dari si jahat.  Lawan!

 

Penulis   :  Hanny Setiawan
Sumber  :  PrepareforChange.Net

 

 

 

 

Comments

http://i2.wp.com/beritamujizat.com/wp-content/uploads/2016/08/children-dancing-to-single-ladies-500x375.jpg?fit=500%2C375http://i2.wp.com/beritamujizat.com/wp-content/uploads/2016/08/children-dancing-to-single-ladies-500x375.jpg?resize=500%2C375Hanny SetiawanMandat BudayaMedia & Teknologianak-anak,Disneyland,hipersexualitasBeritaMujizat.com - Mandat Budaya - Globalisasi adalah arus sosial posmodern yang tidak terbendung di seluruh dunia. Akibatnya budaya global telah terbentuk dari anak-anak sampai pemuda. Liberalisme dan radikalisme menjadi dua respon yang ektreme dari benturan budaya yang terjadi. Disatu sisi, budaya-budaya yang lemah akan semakin terliberalisasi. Sementara itu, budaya yang kuat akan berusaha...Tuliskan Kebenaran, Hasilkan Perubahan