inginkaya

BeritaMujizat.com – Bisnis – Dalam bisnis, profit adalah tujuan utama. Tidak ada bisnis yang tidak bertujuan untung. Dengan korban yang sekecil-kecilnya, target yang diharapkan adalah yang sebesar-besarnya. Itulah jiwa kapitalisme.

Lahirnya para motivator sukses semakin memperlihatkan wajah asli kapitalisme, yaitu hidup sukses. Manifestasi dari motivasi sukses ini adalah suatu keinginan untuk profit yang lebih. Dengan kata lain, dalam bisnis, seluruh elemen didorong untuk “ingin berhasil”.

Ingin berhasil atau ingin sukses ini dalam bahasa bisnis (orientasi profit) bisa disebut ingin kaya. Nah disinilah, para pebinis kerajaan mengalami konflik nilai-nilai. Di satu pihak, bisnis harus berhasil, sukses, dan kaya, tapi di sisi lain Firman Tuhan jelas menyatakan “ingin kaya” adalah akar dari segala masalah.

Tetapi mereka yang ingin kaya terjatuh ke dalam pencobaan, ke dalam jerat dan ke dalam berbagai-bagai nafsu yang hampa dan yang mencelakakan, yang menenggelamkan manusia ke dalam keruntuhan dan kebinasaan. (I Tim 6:9)

Nasihat Paulus kepada Timotius menyingung soal ingin kaya, dan uang karena Timotius melayani jemaat Efesus yang penuh jemaat kaya.  Pernyataan Paulus selanjutnya semakin keras dengan mengatakan “cinta uang adalah akar segala kejahatan” (I Tim 6:10). Konflik nilai ini harus diselesaikan secara teologis, apabila tidak maka akan ada dua ekstrem pemikiran.

Ektrem yang pertama adalah orang-orang malas dalam bisnis yang tidak mau hidup dengan target-target penjualan. Yang kedua adalah orang-orang oportunis yang selalu memikirkan uang, target, dan keberhasilan. Keduanya jelas bukan nilai-nilai kerajaan yang diajarkan. Lalu bagaimana?

***

Salomo adalah orang yang terkaya dijamannya, dan mungkin sampai sekarang bisa dikatakan raja yang paling berhasil dari sudut materi. Kekayaannya lahir dari hikmat Ilahi yang diberikan Tuhan sendiri. Jadi tidak berlebihan apabila soal dunia usaha, merujuk kepada hikmat Salomo adalah salah satu solusi terbaik menemukan jawaban Alkitabiah, sekaligus praktis.

Dalam Amsal 28:10 Salomo mengatakan :

Orang yang dapat dipercaya mendapat banyak berkat, tetapi orang yang ingin cepat menjadi kaya, tidak akan luput dari hukuman.

Disini kita melihat bahwa ternyata ada perbedaan antara Berkat dan Kaya (baca : berhasil, sukses, hidup baik, dsb). Pengertian ini jelas yang akhirnya membawa Salomo mengerti bahwa semua kekayaan itu sia-sia (Pengkotbah).

Pemikiran Salomo yang membedakan antara Berkat (ba’rakah, ibrani), dan kaya (as’har, ibrani). Dua konsep yang berbeda ini yang membedakan pemikiran hidup benar, dan pemikiran hidup sukses. Dalam pemikiran hidup benar hasil akhirnya adalah berkat, dalam pemikiran hidup sukses hasil akhirnya adalah kaya.

Lebih jaul lagi, Salomo dengan tegas mengatakan bahwa berkat, bahkan banyak berkat lebih tepatnya, bukanlah tujuan, tapi akibat karena DAPAT DIPERCAYA. Sementara as’har adalah sebuah keinginan dan menjadi tujuan.

Kata ba’rakah ini disebutkan ketika Tuhan berjanji kepada Abraham yang pertama kalinya.

Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar, dan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur; dan engkau akan menjadi berkat.  (Kej 12:2)

Perjanjian Abraham atau Abrahamic Covenant ini adalah perjanjian berkat, bukan perjanjian kaya. Ini harus ditekankan dalam pemikiran kristen yang benar.  Teologi kemakmuran membawa kepada orang-orang ingin kaya, tapi teologi berkat akan membawa orang-orang selalu hidup dipercaya Tuhan sebagai orang-orang yang menjadi penerus janji Abraham.

Sebagai sebuah kesimpulan, dalam sistem nilai kerajaan tidak dikenal pemikiran ingin kaya. Menjadi kaya adalah tambahan. Ketergantungan 100% kepada Tuhan inilah yang bisa luntur ketika dalam dunia bisnis kita fokus kepada ingin kaya, dan “kebetulan” kita berhasil menjadi kaya. Sehingga kita lupa bahwa Tuhan yang membuat miskin, Tuhan juga yang membuat kaya.

Artinya, bukan kaya atau miskin yang penting, tapi apakah kita hidup sebagai anak-anak janji (Gal 4:28), dan dapat dipercaya untuk menjadi penerus mandat kerajaan Surga selama kita masih dibumi.  Menjadi blessable people, atau orang-orang yang bisa diberkati sudah seharusnya menjadi nilai utama para pebisnis kerajaan. Ingin berkat atau ingin kaya? Hidup benar atau hidup sukses?  Pilihlah kebenaran!

TUHAN membuat miskin dan membuat kaya; Ia merendahkan, dan meninggikan juga. (I Sam 2:7).

Penulis  :  Hanny Setiawan
Sumber : Gerakan Hidup Benar Lebih Baik Daripada Hidup Sukses

Comments

http://i1.wp.com/beritamujizat.com/wp-content/uploads/2016/10/inginkaya.jpg?fit=761%2C438http://i1.wp.com/beritamujizat.com/wp-content/uploads/2016/10/inginkaya.jpg?resize=761%2C438Hanny SetiawanBisnisMandat Budayahidup benar,hidup sukses,Ingin Kaya,MotivatorBeritaMujizat.com - Bisnis - Dalam bisnis, profit adalah tujuan utama. Tidak ada bisnis yang tidak bertujuan untung. Dengan korban yang sekecil-kecilnya, target yang diharapkan adalah yang sebesar-besarnya. Itulah jiwa kapitalisme. Lahirnya para motivator sukses semakin memperlihatkan wajah asli kapitalisme, yaitu hidup sukses. Manifestasi dari motivasi sukses ini adalah suatu keinginan untuk profit yang...Tuliskan Kebenaran, Hasilkan Perubahan