Esther_crowned

BeritaMujizat.com – Editorial – Bunga sudah layu dan dibersihkan, lilin-lilin pun sudah padam, putusan pun sudah ditetapkan, kehidupan pun telah bergulir, tapi semuanya menyisakan satu pertanyaan besar, akankah kisah Ahok berlanjut di Indonesia?

Setalah eforia semangat Jakarta Baru 2012, dan Indonesia Baru 2014 dengan posisi Jokowi di RI1, dan Ahok di DKI1, tiba-tiba semua harapan itu tercoreng dengan Pilkada DKI 2017, bahkan ada saat harapan itu seakan telah hilang.  Karena mau tidak mau, Ahok membawa secercah harapan bahwa pejabat yang Bersih, Transparan, dan Profesional (BTP) benar-benar ada di Indonesia.

Sekarang ini, seakan-akan ada SELA dalam Mazmur yang sedang di nyanyikan Tuhan untuk bangsa ini. Sebuah Sela dalam konteks pemazmur adalah sebuah tanda berhenti sejenak untuk mengatur irama dan memberi petunjuk serta arah kepada bagian lainnya. Dan itulah yang sedang terjadi, Tuhan sedang mengatur irama Indonesia Baru.

Seperti Daniel, Esther, Yusuf, Ahok pun “cuma” alat dan bagian dari cerita Tuhan yang besar. Artinya, alat atau pemain tidak akan pernah lebih besar dari sang Sutradara Agung.  Plot rencana jahat untuk Yusuf dirubah Tuhan untuk kebaikan  (Kej 50:20), plot rencana Haman untuk menghabisi seluruh orang Yahudi di dalam seluruh kitab Esther dipatahkan dan dirubahkan Tuhan untuk kebaikan Israel.

Tuhan masih Tuhan, Dia tidak berubah. Sebab itu rencanaNya untuk Indonesia Baru akan terus bergulir dan tidak akan berhenti. Sekarang ini, tugas Gereja adalah to discern atau memahami langkah Ilahi selanjutnya yang akan dikerjakan Tuhan.

Waktu 2 tahun yang diberikan Tuhan adalah waktu yang sangat profetis karena setelah 2017 adalah tahun dimana perubahan besar-besaran terjadi, 2018 adalah waktu dimana Tuhan akan melepaskan petunjuk dan arah baru. Sebab itu, 2019 waktu dimana Ahok bebas adalah waktu penetapan Ilahi yang akan membawa Indonesia ke platform yang baru.

Dan Mordekhai keluar dari hadapan raja dengan memakai pakaian kerajaan dari pada kain ungu tua dan kain lenan, dengan memakai tajuk emas yang mengagumkan serta jubah dari pada kain lenan halus dan kain ungu muda. Maka kota Susanpun bertempiksoraklah dan bersukaria: (Ester 8:15)

Sebab Mordekhai besar kekuasaannya di dalam istana raja dan tersiarlah berita tentang dia ke segenap daerah, karena Mordekhai itu bertambah-tambah besar kekuasaannya. (Ester 9:4)

Ester memang terkenal, tapi sebenarnya Mordekhai adalah tokoh sentral. Haman membenci Mordekhai bukan Ester. Mordekhai memakili apostolic father, dan Ester mewakili apostolic sons and daughters.  Mereka berdua dibutuhkan untuk lahirnya sebuah terobosan dan lahirnya sebuah platform yang baru.

Dalam 2 tahun kedepan, banyak perubahan yang dibutuhkan sehingga rencana Ilahi yang sudah dituliskan dalam kitab-kitab kehidupan terjadi di Indonesia. Gereja Tuhan harus menyelaraskan diri dengan rencana Ilahinya. Ini waktunya berjalan bersama sebagai Ekklesia yang memiliki otoritas Ilahi dan bukan sekedar sebagai “rumah sakit”.

 

Hanny Setiawan

 

Comments

http://i0.wp.com/beritamujizat.com/wp-content/uploads/2017/06/Esther_crowned.jpg?fit=600%2C400http://i0.wp.com/beritamujizat.com/wp-content/uploads/2017/06/Esther_crowned.jpg?resize=600%2C400Hanny SetiawanEditorialahok,indonesia baruBeritaMujizat.com - Editorial - Bunga sudah layu dan dibersihkan, lilin-lilin pun sudah padam, putusan pun sudah ditetapkan, kehidupan pun telah bergulir, tapi semuanya menyisakan satu pertanyaan besar, akankah kisah Ahok berlanjut di Indonesia? Setalah eforia semangat Jakarta Baru 2012, dan Indonesia Baru 2014 dengan posisi Jokowi di RI1, dan Ahok di...Tuliskan Kebenaran, Hasilkan Perubahan