PAP

BeritaMujizat.com – Revival – Almarhum Pdt. Petrus Agung Purnama (baca : PAP) adalah sebuah fenomena dalam sejarah gereja Indonesia. Kepergiannya yang sangat mendadak tgl 13 Maret 2016 bukan saja mengagetkan tapi juga menghebohkan Indonesia. Ribuan jemaat yang berdoa supaya beliau bangkit kembali menjadi berita viral seantero negeri. Bukan hanya sepanjang hidup dan pelayanan yang kontroversial, kematiannya pun kontroversial. Itulah seorang Petrus Agung Purnama alias PAP

Sejarah akan mencatatat bagaimana pemikiran-pemikiran PAP “survive” menghadapi arus pemikiran yang lain. Karena memang demikianlah hukum alam, ketika karisma dan pengaruh publik sudah tidak bisa dihadirkan, yang tinggal hanyalah IDE dan PEMIKIRAN. Ide dan pemikiran inilah yang akan terus mempengaruhi atau habis tergerus dengan zaman. Akan lahirkah PAPISME (Petrus Agung Purnama ISME)?

Akankah disebut Papisme atau yang lain atau tidak disebutkan pun, pemikiran PAP sudah terbukti mempengaruhi banyak kehidupan. Dan secara prinsip, “sebenarnya” tidak begitu banyak perubahan pemikiran PAP dibandingkan mainstream teologi yang ada. Tapi secara profetis dan teologi praktis, PAP yang dipengaruhi berat oleh “Keluarga Yusak Cipto” jelas sangat radikal dalam tindakan-tindakan ritualnya.

Tulisan singkat saya ini tidak bermaksud menganalisa teologi PAP secara runtut, tapi memberi gambaran besar bagaimana saya memandang PAPISME dari sudut pandang pribadi dan Teologi Karismatik Reformasi.

***

Mengingat PAP tidak bisa dilepaskan dari mendiang Yeremia Rim, yang cara meninggalnya pun mirip (sama-sama mengejutkan) di umur yang relatif muda dan bisa dianggap puncak pelayanannya. Dan PAP pun sering mengakui bagaimana Yeremia Rim adalah sosok yang mempengaruhi dimasa mudanya. Bahkan PAP bagaikan Elisa yang tekun melayani Elia. Jadi, tidak mengherankan framework pola pelayanan dan pemikiran PAP sangat mirip dengan mendiang Yeremia.

Keparalelan Yeremia Rim dan PAP ini sangat penting untuk ditangkap secara rohani. Karena tugas para pemimpin muda gereja Tuhan di Indonesia adalah meneruskan tongkat estafet gelombang kebangunan rohani (revival baton) yang sudah mendiang berdua kerjakan.

Tidak kebetulan KKR akbar besar yang terakhir di gagas PAP bertajuk “Great Awakening” di akhir 2015 terasa sangat pas menghantar kepulangannya ke rumah Bapa. Tajuk yang seharusnya menjadi pesan besar bagi kita semua untuk menghidupi KEBANGUNAN BESAR untuk Indonesia Baru.

***

Teologi Karismatik Reformasi pada dasarnya memiliki prinsip pemikiran Injili dan Reformed yang sangat orthodox, tapi berbeda dalam penekanan bagaimana memanifestasikan prinsip dalam praktek. Peran Roh Kudus sebagai pribadi ke-3 Allah Tritunggal sangat dihargai kehadiranNya dalam teologi karismatik reformasi.

Dalam konteks ini, gerakan-gerakan yang biasa disebut “gerakan profetik” sangat menonjol dalam ketergantungan terhadap Roh Kudus. PAP selama 20 tahun terakhir bisa dikatakan salah satu pemimpin gerakan profetis yang sangat berpengaruh di Indonesia. Secara pribadi beliau bahkan sempat memberi nasihat kepada saya, “Jangan lupa selalu tanya Roh Kudus”. Suatu nasihat yang sampai sekarang saya percaya dan sangat memberkati.

Ketika seseorang diyakinkan bahwa Roh Kudus menuntun kita kepada satu arahan, maka iman akan sangat kuat dan membuat menjadi militan dan radikal. Itulah sebabnya, ketika jemaat Tuhan yang dilayani PAP mendapat “pesan profetis” untuk mendoakan kebangkitan, mereka tekun melakukan terlepas dari apa kata orang.

Gerakan profetis seperti ini memang menjadi sangat berbahaya apabila tidak dalam koridor peta kebenaran Ilahi melalui firman tertulis, Alkitab. Tapi, kalau kita pelajari sejarah. Seorang Martin Luther, Calvin, Jonathan Edward, Charles Finney pun tidak sekedar mendapat ‘bible study’ yang filosofis, historis dan masuk akal, tapi mereka memulai “great awakening” karena mendapat pesan dari Roh Kudus.

Artinya, mengajar jemaat untuk mendengar dan taat Roh Kudus adalah sebuah keharusan. Bahkan itu adalah tanda awal dari sebuah kebangunan rohani yang besar. Jemaat tidak lagi dituntun aturan-aturan gereja dan sosial, tapi mendapat tuntutan langsung Roh Kudus (teokrasi) secara pribadi maupun korporat. Tugas para leader dan pemimpin adalah menjaga koridor supaya tidak melenceng, tapi tidak boleh melarang apalagi mencemooh.

***

Keberhasilan PAP yang terutama adalah membawa obor kebangunan rohani yang ditinggalkan Yeremia Rim. Masih banyak yang belum selesai yang dia lakukan, tugas para pemimpin muda untuk menangkap api itu dan melanjutkannya.Bukan saja sekedar mengkultusindividukan PAP, tapi mencoba mengerti dinamika yang dia alami selama hidup dan mulai melanjutkan apa yang Tuhan taruh dalam hatiNya untuk Indonesia Baru.

Ada tiga hal yang menurut saya bisa dilakukan untuk melanjutkan kebangunan rohani, dan tidak terjebak dalam PAP-syndrome.

1) Otokritik pemikiran-pemikiran PAP.

2) Merelease Pemimpin-Pemimpin Muda.

3) Mulai Kirbat Yang Baru di musim yang baru.

Petrus Agung Purnama WAS a giant of faith, indeed. Tapi dia sudah tiada. Ketika almarhumah mami saya dipanggil Tuhan hampir seumur Petrus Agung, kami semua bertanya WHY? Tapi perjalanan dari Boston – Solo diatas pesawat menuju jenasah waktu itu Tuhan secara jelas menyatakan “Kematian Orang Benar Membawa Berkat”.

Seperti kematian Kristus di kayu Salib yang memberkati, kematian Petrus Agung Purnama didesain untuk menjadi benih yang mati yang akan tumbuh bersama. Ini bukan waktunya menangis, apalagi mencemooh, tapi ini waktunya melanjutkan apa yang PAP sudah lakukan. Mari kita semua tanya Roh Kudus dimana bagian kita dalam INDONESIA GREAT AWAKENING.

TERKAIT : Warisan Rohani Yusak Tjipto Purnomo, Tokoh Tua Pergerakan Profetik Indonesia Yang Kontroversial

 

Penulis   : Hanny Setiawan
Sumber  : Publikasi ulang dari hannysetiawan.com

 

Comments

http://i2.wp.com/beritamujizat.com/wp-content/uploads/2016/06/PAP.jpg?fit=732%2C410http://i2.wp.com/beritamujizat.com/wp-content/uploads/2016/06/PAP.jpg?resize=732%2C410Hanny SetiawanRevivalJKI Injil Kerajaan,Petrus Agung PurnamaBeritaMujizat.com - Revival - Almarhum Pdt. Petrus Agung Purnama (baca : PAP) adalah sebuah fenomena dalam sejarah gereja Indonesia. Kepergiannya yang sangat mendadak tgl 13 Maret 2016 bukan saja mengagetkan tapi juga menghebohkan Indonesia. Ribuan jemaat yang berdoa supaya beliau bangkit kembali menjadi berita viral seantero negeri. Bukan hanya...Tuliskan Kebenaran, Hasilkan Perubahan